Optimasi WordPress Menggunakan Response Header “If Modified Since”

Kurang lebihnya begini, setiap user yang mengakses laman website maka akan diberlakukan sebagai Request, Request tersebut selanjutnya oleh server web akan direspon dengan menampilkan informasi data salah satunya menggunakan Response Header “If Modified Since”.

Request ini lazimnya datang dari user via Web Browser, atau bisa juga dari Googlebot yang melakukan rutinitas perambanan website untuk mendapatkan update terbaru dari isi sebuah laman website.

Lalu apa sebenarnya “If Modified Since” itu dalam kaitannya dengan Response tadi?

Pada dasarnya “If Modified Since” merupakan Response (HTTP Header) yang berisi informasi tanggal dan waktu dimana laman website terakhir diubah atau diperbarui.

Informasi ini akan digunakan sebagai validator untuk menentukan apakah isi dari sebuah laman website yang diterima dan disimpan sama atau tidak.

Jika isi laman sama, maka HTTP Header akan mengirim kode status 304 (Not Modified) yang berarti isi dari lama tersebut tidak mengalami perubahan.

Atau, jika laman telah berubah (Update), maka HTTP Header akan mengirim kode status 200 (OK) yang berarti konten dapat dimuat dengan baik.

Lalu bagaimana “If Modified Since” dapat mengoptimasi WordPress?

Dari sisi web browser, saat user mengakses situs WordPress Anda, maka web browser akan menyimpan file-file statis seperti Images, HTML, CSS, Javascript dan file lainnya secara lokal pada web browser.

Jika diwaktu yang lain user yang sama mengakses kembali situs WordPress Anda, maka server web akan memeriksa terlebih dahulu apakah ada perubahan pada file atau tidak sejak terakhir kali diakses. Jika tidak ada perubahan (Kode Status 304), maka datanya akan dimuat dari cache lokal web browser yang secara signifikan dapat meningkatkan kecepatan pemuatan konten laman.

Dari sisi Googlebot, saat crawler datang untuk pertama kalinya maka status kode yang diterima adalah 200 atau konten termuat dengan baik. Maka Googlebot memeriksa dan mencatat setiap laman yang ada di website secara keseluruhan.

Diwaktu yang lain Googlebot akan datang kembali untuk melakukan crawl. Maka yang akan dilihat pertama kali adalah Response Headernya, jika tidak ada perubahan (kode status 304) atau laman web belum berubah, maka tidak perlu crawl lagi dan begitu juga sebaliknya. Jadi Googlebot tidak perlu melakukan crawl keseluruh laman seperti pada saat awal-awal, ini akan sangat menghemat penggunaan Bandwith Hosting.

Disamping menghemat penggunaan Bandwith, ada keuntungan lain yaitu laman website akan ditampilkan pada Google Cache berdasarkan laman terakhir yang diperbarui, jadi pada hasil pencarian Google akan ditampilkan update data terbaru.

Untuk mengetahui kapan update laman Anda terakhir kali diperbarui pada Google Cache, silahkan buka Google.com di web browser lalu kemudian pada kolom pencarian ketikan :

cache:http://domainanda.com //Ganti dengan domain Anda

Tekan Enter, maka akan ditampilkam informasi terbaru pada laman Google Cache berdasarkan laman terakhir yang diperbarui.

Google Cache

Response Header

Selanjutnya bagian terpenting dari website Anda adalah memastikan server web Anda sudah menggunakan Response Header “If Modified Since”, dengan melakukan pengecekan lebih lanjut menggunakan link berikut:

https://www.hscripts.com/tools/if-modified-since/index.php

Last Modified

Atau, menggunakan perintah CURL jika memiliki akses SSH ke Shared Hosting maupun VPS. Untuk mengetahuinya, gunakan perintah CURL berikut :

curl -D- -o /dev/null http://domainanda.com

Output jika menggunakan “If Modified Since” :

Last-Modified: Thursday, 23-Nov-2017 02:10:39 GMT

Output lengkapnya akan tampak sebagai berikut :

Date: Sun, 11 Aug 2019 00:16:00 GMT
Content-Type: text/html; charset=UTF-8
Transfer-Encoding: chunked
Connection: keep-alive
Last-Modified: Sun, 11-Aug-2019 02:10:39 GMT
Set-Cookie: __cfduid=d174dda124747919c7e58aa5790159d671565482560; expires=Mon, 10-Aug-20 00:16:00 GMT; path=/; domain=.ugemi.com; HttpOnly; Secure
Vary: Accept-Encoding
Strict-Transport-Security: max-age=2592000; includeSubDomains; preload
X-Frame-Options: SAMEORIGIN
X-Content-Type-Options: nosniff
X-Xss-Protection: 1; mode=block
Referrer-Policy: no-referrer
X-Page-Speed: UGEMI
Cache-Control: max-age=0, no-cache
Expect-CT: max-age=604800, report-uri="https://report-uri.cloudflare.com/cdn-cgi/beacon/expect-ct"
Server: cloudflare
CF-RAY: 504604b1df5bdcf6-SIN

Cukup mudah bukan ? pastikan Hosting web Anda telah mendukung fitur “If Modified Since”. Jika belum, silahkan konfirmasikan ke pihak Hosting Provider Anda dengan mengaktifkan Modul HTTP Header.

Berlangganan Artikel

Email

2 thoughts on “Optimasi WordPress Menggunakan Response Header “If Modified Since”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.